Apresiasi dan Depresiasi

Depresiasi (atau apresiasi) adalah perubahan nilai tukar mata uang satu terhadap mata uang lainnya karena mekanisme pasar. Ketika nilai tukarnya menurun (atau meningkat), mata uangtersebut dikatakan telah terdepresiasi (atau terapresiasi). Misalnya, Wanda the Winetaster (si peminum Anggur), seorang Amerika memutuskan untuk membeli sebotol anggur Chateau Lafite Rothscild tahun 1961 (tahun yang terbaik) untuk mengisi tempat penyimpanan anggurnya. Kalau harga anggur di Prancis adalah 1.000 euro dan kurs adalah $ 1,19 per euro, maka harga anggur yang akan dibayar oleh Wanda adalah $ 1,90 (=1.000 euro x $1,19/euro).

Sekarang misalnya Wanda menunda pembeliannya dua bulan lagi, dimana euro terapresiasi menjadi $ 1, 40 per euro. Kalau harga domestik dari Lafite Rothscild tetap 1.000 euro, maka harganya akan naik dari $ 1.190 menjadi $ 1.400. tetapi apresiasi mata uang membuat harga barang-barang luar negeri di negara tersebut menjadi lebih murah. Pada kurs $ 1,19 per euro, computer Dell seharga $ 2.000 akan seharga 1.681 euro bagi Pierre sang Programmer, kalau kurs naik menjadi $ 1,40 per euro, computer tersebut akan seharga hanya 1.429 euro.

Depresiasi euro menurunkan harga barang Prancis di Amerika tetapi menaikkan harga barang Amerika di Prancis. Kalau euro turun sebesar $ 1,00, satu botol anggur Lafite Rothscild milik Wanda hanya akan seharga $ 1.000 bukan $ 1.190 dan computer Dell yang akan dibayar Pierre sebesar 2.000 euro bukan 1.681 euro. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan, ketika mata uang suatu negara terapresiasi (nilainya naik secara relative terhadap mata uang lainnya), barang yang dihasilkan oleh negara tersebut di luar negeri menjadi lebih mahal dan barang-barang luar negeri di negara tersebut menjadi lebih murah (asumsi harga domestic konstan di kedua negara). Sebaliknya, ketika mata uang suatu negara terdepresiasi, barang-barang negera tersebut yang di luar negeri menjadi lebih murah dan barang-barang luar negeri di negara tersebut menjadi lebih mahal. Depresiasi suatu mata uang akan memudahkan produsen domestik untuk menjual barangbarangnya di luar negeri dan membuat barang-barang luar negeri menjadi kurang bersaing di pasar domestik.