Menjadi Decision Maker

Keterampilan dalam mengambil keputusan adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang dalam semua lini kehidupan. Hidup adalah pilihan yang mau tak mau menuntut seseorang untuk menentukan atau memutuskan jalan mana yang akan dilalui karena bagaimanapun setiap keputusan akan membawa pada konsekuensi masing-masing. Begitu juga halnya dalam melakukan forex trading. Ketika seorang trader melakukan analitis dan telah membaca sinyal jual ataupun sinyal beli maka hal berikutnya yang dilakukan adalah mengambil keputusan apakah akan menjual atau membeli.

Ketika transaksi sudah diputuskan oleh trader, maka ia akan melakukan aksi buy atau sell dan secara otomatis ia akan memasuki lingkaran risiko. la harus berhadapan dengan resiko. Ketika seorang trader memutuskan untuk melakukan transaksi, saat mengambil posisi, pada saat itu juga ia mengalami minus akibat spread. Hal tersebut dapat dipahami dari contoh berikut ini :spread untuk USDJPY (Yen) adalah 3 pips. Spread yang dimaksud disini ialah selisih harga beli dan harga jual. Bid ( penawaran) untuk Yen pada jam 22:59:56 ialah 115.80, sedangkan ask (permintaan) untuk Yen 115.83 selisih antara harga beli dan harga jual itulah yang dinamakan spread.

Jika trader memutuskan untuk membeli ( buy) Yen pada level 115.83 pada waktu yang sama trader tersebut mengalami kerugian 3 pips mengapa? Karena pada waktu yang sama jika dilakukan penjualan terhadap Yen maka harga penawaran (bid) untuk Yen lebih rendah 3 pips dibandingkan dengan harga pembelian trader tersebut. Begitu pula sebaliknya ketika trader tersebut memutuskan untuk menjual Yen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketika memutuskan untuk melakukan transaksi, hal pertama yang harus dihadapi ialah kerugian akibat spread.

Level BEP pada forex trading terjadi ketika harga bid sama dengan harga penjualan, ketika seorang trader memutuskan untuk menjual. Atau level BEP terjadi ketika harga harga ask sama dengan harga penjualan, ketika trader memutuskan untuk menjual. Pergerakan harga yang diinginkan dan diharapkan oleh pelaku pasar tentu saja menuju profit, minimal sesuai dengan target yang diinginkan oleh masing-masing pelaku pasar. Namun, dalam perjalanannya "menuju profit" bisa jadi harga bergerak tidak semulus yang kita harapkan karena harga selalu berfluktuasi (naik-turun). Untuk itu seorang trader harus mengambil keputusan yang tepat kapan ia harus menjual dan kapan ia harus membeli.

Sebagai pemilik uang dan pemimpin dalam perdagangannya sendiri maka ia harus mampu mengambil keputusan yang bisa membawa perdagangannya ke arah yang lebih baik.